Sebelum tertinggal lebih jauh,
Suatu Proyek kontruksi dilakukan survai lokasi. Survai ini lakukan untuk
mengetahui secara pasti lingkungan lokasi proyek baik secara geoteknil,
geografi, klimatologi dan kultural. Survai ini dilakukan agar dalam mendesain
engineering dan pelaksanaan konstruksi tidak terkendala masalah teknik dan
sosial.
Survai Topograpi
Hal pertama yang harus dipastikan
bahwa alat yang digunakan harus terkalibrasi dan masih valid serta personil harus handal dalam menggunakan alat
dan tahan banting karena medannya biasanya masih alami. Survai ini dilakukan
untuk mendapatkan koordinat yang nanti digunakan sebagai benchmark atau titik
awal untuk menentukan lokasi dan batas area proyek. Selanjutnya untuk
mendapatkan kontur atau beda tinggi tanah lokasi proyek, kontur ini untuk
menentukan volume kubikasi pekerjaan pendahuluan seperti pembersihan lahan dan
pekerjaan tanah serta arah saluran drainase.
Survai Geoteknikal
Survai ini biasa dikenal dengan
istilah penyelidikan tanah untuk mengetahui daya dukung lapisan tanah dalam
menahan beban yang disebabkan dari berat equipment atau struktur diatas tanah
serta pondasi. Metode yang biasa digunakan adalah dengan sondir (CPT) dan bor
hole (N-SPT).
Survai Klimatologi
Survai ini meliputi pengumpulan
data kapan mulai musim hujan dan musim panas suatu daerah, curah hujan tahunan
yang terjadi untuk mendesain kapasitas saluran drainasi. Karena data yang harus
diambil adalah tahunan maka tidak mungkin dilakukan sendiri, diperlukan
koordinasi dengan pihak terkait.
Survai kultural
Survai ini lakukan untuk memetakan
budaya atau suatu kebiasan yang dilakukan penduduk disekitaran lokasi sebaran
umur, pendidikan dan pekerjaan. Ini nanti berguna untuk pelaksanaan program CSR
perusahaan. Hal ini sebenarnya tidak bersifat teknik tapi akan sangat berimbas
kepada kelancaraan proyek konstruksi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar