Minggu, 01 Juli 2018

Survai Pendahuluan Proyek Konstruksi


Sebelum tertinggal lebih jauh, Suatu Proyek kontruksi dilakukan survai lokasi. Survai ini lakukan untuk mengetahui secara pasti lingkungan lokasi proyek baik secara geoteknil, geografi, klimatologi dan kultural. Survai ini dilakukan agar dalam mendesain engineering dan pelaksanaan konstruksi tidak terkendala masalah teknik dan sosial.

Survai Topograpi


Hal pertama yang harus dipastikan bahwa alat yang digunakan harus terkalibrasi dan masih valid serta  personil harus handal dalam menggunakan alat dan tahan banting karena medannya biasanya masih alami. Survai ini dilakukan untuk mendapatkan koordinat yang nanti digunakan sebagai benchmark atau titik awal untuk menentukan lokasi dan batas area proyek. Selanjutnya untuk mendapatkan kontur atau beda tinggi tanah lokasi proyek, kontur ini untuk menentukan volume kubikasi pekerjaan pendahuluan seperti pembersihan lahan dan pekerjaan tanah serta arah saluran drainase.

Survai Geoteknikal
Survai ini biasa dikenal dengan istilah penyelidikan tanah untuk mengetahui daya dukung lapisan tanah dalam menahan beban yang disebabkan dari berat equipment atau struktur diatas tanah serta pondasi. Metode yang biasa digunakan adalah dengan sondir (CPT) dan bor hole (N-SPT).

Survai Klimatologi

Survai ini meliputi pengumpulan data kapan mulai musim hujan dan musim panas suatu daerah, curah hujan tahunan yang terjadi untuk mendesain kapasitas saluran drainasi. Karena data yang harus diambil adalah tahunan maka tidak mungkin dilakukan sendiri, diperlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Survai kultural
Survai ini lakukan untuk memetakan budaya atau suatu kebiasan yang dilakukan penduduk disekitaran lokasi sebaran umur, pendidikan dan pekerjaan. Ini nanti berguna untuk pelaksanaan program CSR perusahaan. Hal ini sebenarnya tidak bersifat teknik tapi akan sangat berimbas kepada kelancaraan proyek konstruksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar