Selasa, 03 Juli 2018

Pekerjaan Tanah

 
Perkerjaan tanah bisa berupa Cut and Fill atau cutting atau filling saja tergantung dari kontur tanah dan desain finish grade-nya. Hal yang perlu diperhatikan untuk pekerjaan cut and fill adalah keseimbangan volume (balancing volume) antara galian (cutting) dan timbunan (filling) sehingga tidak perlu mendatangkan tanah dari luar atau membuang tanah keluar area proyek.

Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan matrial tanah dalam pekerjaan timbunan tanah adalah:
-  Material timbunan tidak boleh bersifat plastis yang diklasifikasikan CH menurut USCS dengan indek plastic maksimum 6 %
-          Nilai CBR laboratorium minimal 6 % (AASTHO 193-98)
-          Gradasi butiran tanah
-          Ketersediaan matrial yang mencukupi.
 
Setelah material timbunan masuk dalam klasifikasi atau spesifikasi yang harus dipenuhi, selanjutnya adalah menentukan Maximum Dry Density tanah untuk menentukan kepadatan tanah dilapangan. Untuk mencari kepadatan tanah kering maksimal (Maximum Dry Density) dengan Proctor Test yang dilakukan di laboratorium dan untuk kepadatan dilapangan adalah dengan metode Sand Cone Test.
 
Dari hasil kepadatan tanah laboratorium, dilakukan trial pemadatan lapangan dengan alat berat vibrator roller, diperlukan berapa lintasan untuk memperoleh kepadatan yang disaratkan. Secara umum sarat kepadatan lapangan minimum adalah 90 % dari kepadatan lapangan dan tebal perlapisan tanah  yang dipadatkan antara 20-30 centimeter. Tentunya alokasi alat berat harus diperhatikan agar biaya sewa dan solarnya tidak membengkak, untuk detailnya biaya perkubiknya akan diterbitkan secepatnya.

Minggu, 01 Juli 2018

Survai Pendahuluan Proyek Konstruksi


Sebelum tertinggal lebih jauh, Suatu Proyek kontruksi dilakukan survai lokasi. Survai ini lakukan untuk mengetahui secara pasti lingkungan lokasi proyek baik secara geoteknil, geografi, klimatologi dan kultural. Survai ini dilakukan agar dalam mendesain engineering dan pelaksanaan konstruksi tidak terkendala masalah teknik dan sosial.

Survai Topograpi


Hal pertama yang harus dipastikan bahwa alat yang digunakan harus terkalibrasi dan masih valid serta  personil harus handal dalam menggunakan alat dan tahan banting karena medannya biasanya masih alami. Survai ini dilakukan untuk mendapatkan koordinat yang nanti digunakan sebagai benchmark atau titik awal untuk menentukan lokasi dan batas area proyek. Selanjutnya untuk mendapatkan kontur atau beda tinggi tanah lokasi proyek, kontur ini untuk menentukan volume kubikasi pekerjaan pendahuluan seperti pembersihan lahan dan pekerjaan tanah serta arah saluran drainase.

Survai Geoteknikal
Survai ini biasa dikenal dengan istilah penyelidikan tanah untuk mengetahui daya dukung lapisan tanah dalam menahan beban yang disebabkan dari berat equipment atau struktur diatas tanah serta pondasi. Metode yang biasa digunakan adalah dengan sondir (CPT) dan bor hole (N-SPT).

Survai Klimatologi

Survai ini meliputi pengumpulan data kapan mulai musim hujan dan musim panas suatu daerah, curah hujan tahunan yang terjadi untuk mendesain kapasitas saluran drainasi. Karena data yang harus diambil adalah tahunan maka tidak mungkin dilakukan sendiri, diperlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Survai kultural
Survai ini lakukan untuk memetakan budaya atau suatu kebiasan yang dilakukan penduduk disekitaran lokasi sebaran umur, pendidikan dan pekerjaan. Ini nanti berguna untuk pelaksanaan program CSR perusahaan. Hal ini sebenarnya tidak bersifat teknik tapi akan sangat berimbas kepada kelancaraan proyek konstruksi.

Jumat, 29 Juni 2018

Penyiapan Lahan (Site Preparation)


Site Preparation atau pekerjaan penyiapan lahan adalah hal pertama kali yang harus dilakukan sebelum kegiatan konstruksi utama dilakukan dan sebelum mobilisasi material dan personel ke lokasi proyek.
Sebelum pekerjaan dimulai harus dipastikan dokumen pendukung seperti:
- Spesifikasi pekerjaan
Spesifikasi atau umumnya dikenal sebagai rencana kerja diperlukan untuk mengetahui batasan pekerjaan dan kriteria pekerjaan kapan bisa dianggap selesai sehingga dapat diterima oleh pemilik pekerjaan.
- Gambar Kerja
Gambar kerja diperlukan untuk mengetahui batas kepemilikan lahan atau batas area yang harus disiapkan. Dalam penentuan batas area site preparation biasanya berisi titik-titik koordinat longitude dan latitude atau east north.
- Metode Konstuksi
Metode konstruksi ini harus disiapkan agar antara peralatan dan personil yang ada untuk melaksanakan pekerjaan pernyiapan lahan berjalan optimal, tujuannya agar waktu dan biaya tidak membengkak.
- Ijin Kerja
Ijin kerja adalah implementasi dari budaya keselamatan kerja yang harus dibudayakan dalam segala kegiatan konstruksi. Dalam ijin kerja ini harus berisi metode kerja sehingga resiko bahaya yang akan terjadi dan bagaimana mengatasinya serta berisi Emergency Respon Team bila terjadi sesuatu keadaan darurat dalam kegiatan pekerjaan penyiapan lokasi.
Sementara demikian tulisan tentang kegiatan penyiapan lahan, untuk detailnya peritem kegiatan akan diulas dalam postingan-postingan selanjutnya.