Perkerjaan tanah bisa berupa Cut and Fill atau cutting atau filling saja tergantung dari kontur tanah dan desain finish grade-nya. Hal yang perlu diperhatikan untuk pekerjaan cut and fill adalah keseimbangan volume (balancing volume) antara galian (cutting) dan timbunan (filling) sehingga tidak perlu mendatangkan tanah dari luar atau membuang tanah keluar area proyek.
Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan matrial tanah dalam pekerjaan timbunan tanah adalah:
- Material timbunan tidak boleh bersifat plastis yang diklasifikasikan CH menurut USCS dengan indek plastic maksimum 6 %
- Nilai CBR laboratorium minimal 6 % (AASTHO 193-98)
- Gradasi butiran tanah
- Ketersediaan matrial yang mencukupi.
Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan matrial tanah dalam pekerjaan timbunan tanah adalah:
- Material timbunan tidak boleh bersifat plastis yang diklasifikasikan CH menurut USCS dengan indek plastic maksimum 6 %
- Nilai CBR laboratorium minimal 6 % (AASTHO 193-98)
- Gradasi butiran tanah
- Ketersediaan matrial yang mencukupi.
Setelah material timbunan masuk dalam klasifikasi atau spesifikasi yang harus dipenuhi, selanjutnya adalah menentukan Maximum Dry Density tanah untuk menentukan kepadatan tanah dilapangan. Untuk mencari kepadatan tanah kering maksimal (Maximum Dry Density) dengan Proctor Test yang dilakukan di laboratorium dan untuk kepadatan dilapangan adalah dengan metode Sand Cone Test.
Dari hasil kepadatan tanah laboratorium, dilakukan trial pemadatan lapangan dengan alat berat vibrator roller, diperlukan berapa lintasan untuk memperoleh kepadatan yang disaratkan. Secara umum sarat kepadatan lapangan minimum adalah 90 % dari kepadatan lapangan dan tebal perlapisan tanah yang dipadatkan antara 20-30 centimeter. Tentunya alokasi alat berat harus diperhatikan agar biaya sewa dan solarnya tidak membengkak, untuk detailnya biaya perkubiknya akan diterbitkan secepatnya.




